Situs KODAM XVII/Cenderawasih - Ksatria Pelindung Rakyat
logo

Jumlah Pengunjung

Website counter

sejak 29 Juli 2009

Google Search

Kilas Berita

 


LEMDIK /SATPUR/BANPUR


RINDAM

BRIGIF-20

YONIF 751/BS

DENKAV-3/SERBU

DENZIPUR 10

DENZIPUR 11

DENZIPUR 12

DENZIPUR 13


BADAN PELAKSANA KODAM


POMDAM

HUBDAM

KUDAM

BINTALDAM

AJENDAM

PALDAM

KUMDAM

KESDAM

BEKANGDAM

TOPDAM

JASDAM


KORAN PAPUA


TRANSLATE

 

Pilih Bahasa

LINKS
BUKU TAMU


ADMIN STATUS



ALBUM KEGIATAN

 

 


situs ini terbaik dilihat pada screen resolution 1024x768

 

Lebih Dekat dengan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hotma Marbun

Oleh: Cenerawasih Pos dot com

Siap Lindungi Rakyat dengan Berbagai Cara, Tapi Bukan dengan Kekerasan
Senin (18/1), KASAD Jenderal TNI George Toisutta memberikan tongkat kepemimpinan kepada Mayjen TNI Hotma Marbun sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih menggantikan Mayjen TNI A.Y Nasution. Bagaimana komitmen Pangdam yang baru ini?
Laporan : RONALD MANURUNG-Jayapura
Upacara serah terima jabatan Pangdam di Lapangan Makodam XVII/Cenderawasih, Senin (18/1) kemarin itu menjadi hari bersejarah bagi Mayjen TNI Hotma Marbun, karena sejak itu dirinya telah resmi memimpin Kodam XVII/Cenderawasih ini.
Saat ditemui di Makodam seusai acara serah terima, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Hotma Marbun mengatakan, pihaknya datang ke Papua untuk bertugas sebagai Panglima mempunyai tugas yang sangat jelas. Tugas tersebut menurutnya adalah menjaga keutuhan wilayah, namun demikian bagaimana pelaksanaannya itu yang perlu dipertegas kembali, dalam arti kalau Kodam XVII/Cenderawasih sebagai Ksatria Pelindung Rakyat maka jajaran TNI di Kodam harus melindungi rakyat dengan berbagai cara dan bukan harus dengan kekerasan.
”Pembinaan teritorial yaitu dengan cara kita bergaul dengan masyarakat atau dengan bahasa simpelnya bagaimana kita baik-baik dengan rakyat,” ungkap Hotma Marbun yang juga pernah menjabat sebagai Kasdam XVII/Trikora tahun 2006.
Bahasa simple tadi, lanjutnya, TNI juga harus mencintai rakyat maka rakyat akan mencintai TNI, kemudian melindungi rakyat maka rakyat akan melindungi TNI dan membantu rakyat maka rakyat akan membantu TNI. “Dengan demikian, tugas pokok sebagai Ksatria Pelindung Rakyat terlaksana dengan baik,” tandasnya.
Menyoal banyaknya wacana yang berkembang tentang Papua tidak aman, Mayjen TNI Hotma Marbun yang juga pernah menjabat sebagai Wadanjen Kopassus tahun 2003 ini menegaskan, hal itu tidak benar, sebab pihaknya yang sudah lama bertugas di Papua sehingga pihaknya sangat mengetahui perkembangan di Papua. Bahkan pihaknya kembali mempertanyakan siapa yang mengatakan demikian.
”Orang Papua sendiri akan marah nanti kalau orang bilang bahwa Papua tidak aman maka itu tidak benar dan siapa yang mengatakan tidak aman,”tukasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, perdamaian itu penting dan arti tidak damai itu bagi orang yang tidak sepakat dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan dengan situasi ini dan itu menurut perorangan atau segelintir orang saja, sehingga kalau ada kedamaian maka kesejahteraan itu pasti ada. “Intinya adalah bahwa kita perlu kedamaian dan kesejahteraan untuk Papua ini bisa maju mengikuti saudara-saudara kita yang lebih maju dari kita. Pangdam juga berpesan kepada seluruh prajurit di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih supaya bisa berpikir bagaimana membuat Papua ini menjadi tanah damai sebab Papua adalah tanah kita juga,” tuturnya.
Diakuinya, meskipun pihaknya berasal dari Sumatera Utara (Suku Batak) namun pihaknya tidak membawa-bawa perwatakan Batak, sebab bertugas dan hidup di Papua semua komponen harus bersatu dengan masyarakat. ”Kita semua sama di sini sebagai masyarakat Papua, hanya saja dibedakan suku dan agama sehingga agama bisa berbeda tapi untuk Papua kita berkorban bahkan harus berpikir bagaimana memajukan Papua lebih maju lagi,”tandasnya. (**/fud)
Riwayat Hidup
Nama : Hotma Marbun
Pangkat : Mayor Jenderal TNI
TTL : Pematang Siantar, 10 Mei 1955
Agama : Kristen
Istri : Nurmala S
Anak : 2 orang
Pengalaman Jabatan
1. Danton 1/A/122/Grup 1 1979
2. Wadan Team II Den 81 1982
3. Kasi 2 Den 81 Kopassus 1988
4. Pabandya Ops Sops Kopassus 1993
5. Waasintel Kopassus 1995
6. Waasren Kopassus 1996
7. Dosen Gol V Seskoad 1997
8. Asren Danjen Kopassus 1997
9. Dangrup 3/Pusdik Kopassus 1998
10. Danrindam VI/TPR 2001
11. Danrem 091/ASN Dam VI/TPR 2002
12. Wadanjen Kopassus 2003
13. Waasops Kasad 2005
14. Kasdam XVII/Tkr 2006
15. Wadan Kodiklatad 2006
16. Danseskoad 2007
17. Asops Kasad 2008
18. Pangdam XVII/Cenderawasih 2010 (sekarang)
Penugasan Operasi
1. Ops Seroja Tim-Tim -1 1980
2. Ops Irian Jaya 1982
3. Ops Seroja Tim-Tim -2 1983
4. Ops Seroja Tim-Tim -3 1986
5. Ops Irian Jaya 1994
6. Ops Perdamaian PBB 1995
Tanda Jasa
1. Satya Lencana Seroja
2. Satya Lencana Kesetiaan VIII Tahun
3. Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun
4. Satya Lencana GOM IX/Raksaka Dharma
5. Satya Lencana Tanda Jasa dari PBB
6. Satya Lencana Yudha Dharma Nararya
7. Satya Lencana MEP Nararya III
8. Satya Lencana Santi Dharma (scorpions )

Copyright 2018 admin@kodam17cenderawasih.com All Rights Reserved